Contoh Soal PPU UTBK dan Jawaban

Contoh Soal PPU UTBK dan Jawaban

Contoh Soal PPU UTBK dan Jawaban

Halo Sahabat SIMAK UI!

Soal UTBK PPU (Pengetahuan dan Pemahaman Umum) sering menjadi salah satu bagian yang cukup menantang bagi banyak peserta UTBK SNBT. Hal ini karena materi PPU tidak hanya menguji kemampuan membaca secara cepat, tetapi juga menuntut peserta untuk mampu memahami isi bacaan secara mendalam. Dalam bagian ini, peserta diharapkan dapat menangkap ide pokok, memahami hubungan antar kalimat, menafsirkan informasi tersirat, hingga menarik kesimpulan yang logis dari teks yang diberikan. Tidak jarang peserta merasa kesulitan karena harus memproses informasi dalam waktu yang terbatas, sehingga dibutuhkan konsentrasi tinggi serta strategi membaca yang efektif agar dapat menjawab soal dengan tepat.

Selain itu, soal PPU juga menuntut kemampuan berpikir kritis dan analitis. Peserta tidak hanya diminta memahami isi bacaan secara literal, tetapi juga mampu mengevaluasi informasi, menentukan makna kata atau kalimat dalam konteks tertentu, serta mengidentifikasi tujuan penulis dalam sebuah teks. Oleh karena itu, memahami pola soal yang sering muncul sekaligus melatih kemampuan analisis melalui latihan soal secara rutin menjadi kunci penting untuk meningkatkan peluang mendapatkan skor yang baik pada bagian ini.

Agar semakin siap menghadapi UTBK SNBT, penting bagi calon peserta untuk memperbanyak latihan dengan berbagai tipe soal PPU yang menyerupai format ujian sebenarnya. Dengan latihan yang konsisten, peserta dapat terbiasa membaca teks secara lebih efisien, mengenali pola pertanyaan, serta meningkatkan ketepatan dalam memilih jawaban. Untuk membantu proses belajar tersebut, kamu bisa mulai menyimak dan berlatih mengerjakan berbagai contoh soal UTBK PPU yang telah disediakan secara lengkap. Simak kumpulan latihan soal UTBK PPU dari simakui.id di bawah ini agar kamu dapat memahami tipe soal yang sering muncul sekaligus melatih kemampuanmu sebelum menghadapi ujian yang sesungguhnya.

baca juga: intensif cpns

Perhatikan teks berikut untuk soal nomor 1—10
(1) Lahirnya manifesto kebudayaan mempunyai sejarah yang panjang. (2) Manifesto kebudayaan atau dikenal dengan Manikebu adalah pernyataan sikap suatu kelompok yang diumumkan kepada publik. (3) Menifesto Kebudayaan mengangkat konsep humanisme-universal. Humanisme-universal merupakan sebuah paham yang berfilosofi nilai kemanusiaan pada kehidupan dunia. (4) Paham ini menitikberatkan bahwa kemanusiaan harus dilangitkan oleh dasar suatu pemikiran antar bangsa di dunia sehingga Manifes Kebudayaan ini diprakarsai oleh H.B Jassin dan kawan-kawan. (5) Sejarah lahirnya Menifesto Kebudayaan tidak bisa terlepas dari situasi politik yang berkembang pada masa itu, seperti Lekra dan LKN.

(6) Pada awal tahun 1963, para budayawan mencari perlindungan pada kelompok-kelompok politik. (7) Pada saat itu tidak ada lagi perdebatan secara intelektual antara pemuda dengan pemuda, tetapi menjadi perdebatan sengit yang bersifat pribadi. (8) Konflik ini membuat dekonstruksi kelompok politik. (9) Namun, tidak semua budayawan setuju apabila seni atau pun budaya dikaitkan pada persoalan politik, mereka cenderung mengharapkan kemerdekaan atau kebebasan dalam berkreativitas. (10) Para budayawan dan sastrawan mencetuskan suatu pernyataan yang dikenal dengan Manifesto Kebudayaan. (11) Menurut H.B. Jassin, Manifesto Kebudayaan dirumuskan sebagai ungkapan atas fitnah Lekra terhadap seniman yang tidak setuju dengan ideologi Lekra. (12) Seniman dan satrawan tersebut menganggap Lekra sebagai reaksioner dan antirevolusioner. (13) Oleh karena itu, terdapat sebuah pernyataan seniman dan sastrawan yang terdapat cita-cita kebudayaan. (14) Hal ini dapat dilihat dari kutipan berikut.

Baca juga :  Cara Daftar Simak UI (Universitas Indonesia)

(15) “Namun beberapa serangan dan fitnah yang dilemparkan orang terhadap sastra dan pengarang-pengarang yang tergolong di dalamnya disebabkan oleh inisiatif kawan-kawan pengarang, seniman, dan cendekiawan yang terkenal dengan ”Manifesto Kebudayaan” pada hari keramat, yakni 17 Agustus 1963. (16) Di dalamnya, terdapat rumusan cita-cita kebudayaan (inklusif kesusastraan) seniman dan cendekiawan kreatif dalam menyumbangkan tenaga dan pikiran pada bangunan mental negara dan pribadi bangsa”. Naskah Manifes Kebudayaan selesai dikerjakan oleh Wiratmo Soekito pada tanggal 17 Agustus 1963 pada pukul 04.00 WIB. (17) Naskah tersebut dapat diterima oleh Goenawan Mohamad dan Bokor Hutasuhut sebagai bahan yang akan didiskusikan pada tanggal 23 Agustus 1963 di Jalan Raden Saleh 19, Jakarta. (18) Naskah ini diperbanyak dan disebarkan kepada para seniman untuk dipelajari terlebih dahulu pada pertemuan selanjutnya.

(19) Pada tanggal 23 Agustus tepat pukul 11.00 WIB di Jalan Raden Saleh 19, Jakarta diadakan rapat untuk membahas Manifes kebudayaan. (20) Rapat ini dihadiri oleh 13 orang yang terdiri dari kalangan seniman dan budayawan. (21) Pertemuan tersebut dipimpin oleh Goenawan Mohamad yang diberikan kesempatan kepada Wiratmo Soekito sebagai konseptor naskah Manifesto Kebudayaan. (22) Setelah Wiratmo Soekito memberikan penjelasannya, terjadilah diskusi di antara sastrawan dan seniman yang hadir pada pertemuan tersebut. (23) Masalah yang cukup penting diperdebatkan adalah masalah kata Humanisme Universal. (24) Perdebatan dalam diskusi tersebut berlangsung cukup panas. (25) Hasil pertemuan tersebut adalah naskah Manifesto Kebudayaan yang disusun Wiratmo Soekito sebagai bahan dasar yang perlu disederhanakan dan dipertegas perumusannya. (26) Akhirnya, dalam sidang tersebut dilakukan pembentukan panitia perumus Manifesto Kebudayaan, yaitu Zaini (ketua), Bokor Hutasuhut (sekretaris), Goenawan Mohamad, A. Bastari Asnin, Soe Hok Djin, dan Wiratmo Soekito.
Diadaptasi dari https://kumparan.com/elsa-ratna-wulandari/menganilisis-sejarah-manifesto-kebudayaan-di-indonesia-1y9O1WBME3H/full

1. Apabila gagasan pada bacaan tersebut dipisahkan menjadi tiga paragraf yang padu dan utuh, pengelompokan kalimatnya adalah….
(A) (1-2-3-4), (5-6-7-8-9-10-12-13-14-15-16-17-18), dan (19-20-21-22-23-24-25-26)
(B) (1-2-3-4-5-6), (7-8-9-10-11-12-13-14-15-16-17), dan (18-19-20-21-22-23-24-25-26)
(C) (1-2-3-4), (5-6-7-8-9-10-11), dan (12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26)
(D) (1-2-3-4-5-6-7), (8-9-10-11-12-13-14-15-16-17-18), dan (19-20-21-22-23-24-25-26)
(E) (1-2-3-4), (5-6-7-8-9-10-12-13-14-15), dan (16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26)

2. Kalimat yang tidak logis dalam bacaan tersebut terletak pada kalimat….
(A) (13) dan (18)
(B) (10) dan (14)
(C) (13) dan (21)
(D) (13) dan (25)
(E) (21) dan (26)

baca juga: bimbel cpns online terbaik

3. Bentuk ke–an pada kata kemerdekaan dalam kalimat (9) mempunyai kesamaan makna dengan kalimat berikut, kecuali….
(A) Bentuk ke-an pada kata kebahagiaan
(B) Bentuk ke-an pada kata kemandirian
(C) Bentuk ke-an pada kata kecantikan
(D) Bentuk ke-an pada kata kebesaran
(E) Bentuk ke-an pada kata kematian

4. Kalimat yang memiliki pola makna yang sama dengan kalimat (12) Seniman dan sastrawan tersebut menganggap Lekra sebagai reaksioner dan antirevolusioner adalah…
(A) Akhirnya, dalam sidang tersebut dilakukan pembentukan panitia perumus Manifesto Kebudayaan, yaitu Zaini (ketua), Bokor Hutasuhut (sekretaris), Goenawan Mohamad, A. Bastari Asnin, Soe Hok Djin, dan Wiratmo Soekito pada kalimat (26)
(B) Manifesto kebudayaan atau dikenal dengan Manikebu adalah pernyataan sikap suatu kelompok yang diumumkan kepada publik pada
kalimat (2)
(C) Pada awal tahun 1963, para budayawan mencari perlindungan pada kelompok-kelompok politik pada kalimat (6)
(D) Para budayawan dan sastrawan mencetuskan suatu pernyataan yang dikenal dengan Manifesto Kebudayaan pada kalimat (10)
(E) Seniman dan cendekiawan disusun suatu Manifesto yang terkenal dengan ”Manifesto Kebudayaan” pada hari yang keramat 17 Agustus
1963 pada kalimat (12)

Baca juga :  Soal Algoritma: Dasar-dasar, Contoh, dan Pentingnya dalam Pemrograman

5. Berdasarkan wacana di atas, kalimat manakah yang memiliki pemakanaan multitafsir dan mengandung kata tidak efektif adalah….
(A) (3)
(B) (4)
(C) (12)
(D) (20)
(E) (25)

6. Kata yang memiliki makna lebih sempit dari kata kata kebudayaan dalam teks tersebut adalah….
(A) Identitas
(B) Budaya
(C) Mandi
(D) Multikulturalisme
(E) Tradisi

7. Perumpamaan pada teks dapat ditemukan pada kalimat….
(A) kalimat (10)
(B) kalimat (22)
(C) kalimat (15)
(D)kalimat (9)
(E) kalimat (4)

8. Makna kata keramat dalam kalimat (15) merujuk pada…
(A) Pernyataan mengenai tonggak awal kemunculan Manifesto Kebudayaan yang menggambarkan pandangan dan aspirasi para seniman terhadap kebudayaan yang lebih inklusif dan universal
(B) Pernyataan Manifesto Kebudayaan yang menjelaskan perdebatan para seniman dan budayawan
(C) Pernyataan mengenai konflik kebudayaan yang membuat dekonstruksi kelompok politik
(D) Menggambarkan perspektif para seniman terhadap kebudayaan yang lebih eksklusif dan universal
(E) Peristiwa penting Maniesto kebudayaan yang mendukung Lekra dalam membangun peradaban sastra

baca juga: Les Privat TK

9. Hubungan antarparagraf (8) dan (9) adalah….
(A) Kalimat 9 adalah penjelas kalimat 8
(B) Kalimat 9 adalah penjelas kalimat 8
(C) Kalimat 9 adalah penegasan dari kalimat 8
(D) Kalimat 9 berfungsi untuk mengontraskan kalimat 8
(E) Kalimat 9 berfungsi sebagai akibat dari kalimat 8

10. Kalimat (16) akan memiliki kesejajaran bila susunannya ….
(A) Di dalamnya, terdapat perumusan cita-cita kebudayaan (inklusif kesusastraan) seniman dan cendekiawan kreatif dalam menyumbangkan tenaga dan pikiran pada terbangunnya mental negara dan pribadi bangsa
(B) Di dalamnya, terdapat rumusan cita-cita kebudayaan (inklusif kesusastraan) seniman dan cendekiawan kreatif dalam sumbangan tenaga dan pikiran pada bangunan mental negara dan pribadi bangsa
(C) Di dalamnya, terdapat rumusan cita-cita kebudayaan (inklusif kesusastraan) seniman dan cendekiawan kreatif dalam penyumbangan
tenaga dan pikiran pada pembangunan mental negara dan pribadi bangsa
(D) Di dalamnya, terdapat rumusan cita-cita kebudayaan (inklusif kesusastraan) seniman dan cendekiawan kreatif dalam menyumbangkan tenaga dan pikiran pada pembangunan mental negara dan pribadi bangsa
(E) Di dalamnya, terdapat perumusan cita-cita kebudayaan (inklusif kesusastraan) seniman dan cendekiawan kreatif dalam menyumbangkan tenaga dan pikiran pada pembangunan mental negara dan pribadi bangsa

Kunci Jawaban Soal PPU UTBK

Contoh Soal UTBK SNBT Literasi Bahasa Inggris

  1. A. Opsi (A) sudah memenuhi syarat dalam mengklasifikasikan paragraf berdasarkan konteks dan kepaduan kalimat secara runut dengan gagasan yang hendak dijelaskan penulis.
  2. C. Kalimat (13) tidak memiliki subjek dan kalimat (21) terdapat kesalahan penggunaan afiks, yakni kata diberikan yang seharusnya adalah memberikan.
  3. E. Bentuk ke-an pada kata kematian tidak memiliki kesamaan makna dengan kata kemerdekaan dalam kalimat (9) karena tidak menggambarkan konteks yang positif dalam bacaan.
  4. D. Kalimat Para budayawan dan sastrawan mencetuskan suatu pernyataan yang dikenal dengan Manifesto Kebudayaan pada kalimat (10) memiliki kesamaan makna dengan kalimat pada soal karena sudah memiliki pola sintaksis yang sama sekaligus ditandai dengan kesejajaran penggunaan predikat aktif, yaitu me-.
  5. B. Kalimat paham ini menitikberatkan bahwa kemanusiaan harus dilangitkan oleh dasar suatu pemikiran antar bangsa di dunia sehingga Manifes Kebudayaan ini diprakarsai oleh H.B Jassin dan kawan-kawan menghasilkan pemaknaan yang multitafsir dan ambigu sehingga membuat kalimat tidak koheren dan tidak sesuai gagasan utama kalimat.
  6. C. Kata yang memiliki makna lebih sempit dari kata kata kebudayaan dalam teks tersebut adalah mandi karena mandi merupakan spesifikasi dari kebudayaan atau bagian integral di dalamnya.
  7. E. Kata dilangitkan memiliki perumpamaan dalam kalimat (4).
  8. A. Makna kata keramat dalam kalimat (15) merujuk pada pernyataan mengenai tonggak awal kemunculan Manifesto Kebudayaan yang menggambarkan pandangan dan aspirasi para seniman terhadap kebudayaan yang lebih inklusif dan universal sesuai teks.
  9. D. Kalimat 9 berfungsi untuk mengontraskan kalimat 8 karena penggunaan konjungsi pertentangan berfungsi untuk menaturalisasikan pemaknaan dalam teks.
  10. E. Kalimat di dalamnya, terdapat perumusan cita-cita kebudayaan (inklusif kesusastraan) seniman dan cendekiawan kreatif dalam menyumbangkan tenaga dan pikiran pada pembangunan mental negara dan pribadi bangsa sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan Indonesia berdasarkan penggunaan kata, afiks, dan EYD.
Baca juga :  Tips Agar Lancar Menempuh UTBK-SBMPTN

Menghadapi soal UTBK PPU (Pengetahuan dan Pemahaman Umum) memang membutuhkan strategi belajar yang tepat, terutama karena jumlah soal pada bagian ini hanya sekitar 10 soal namun memiliki tingkat analisis yang cukup tinggi. Artinya, setiap soal memiliki nilai yang sangat berpengaruh terhadap skor UTBK secara keseluruhan. Oleh karena itu, memahami tipe soal, melatih kemampuan membaca cepat, serta membiasakan diri menganalisis teks secara kritis menjadi langkah penting agar tidak kehilangan peluang mendapatkan poin maksimal pada bagian ini.

Latihan yang konsisten melalui contoh soal seperti yang telah dibahas di atas dapat membantu kamu mengenali pola pertanyaan sekaligus meningkatkan ketelitian dalam memahami bacaan. Namun, jika ingin mempersiapkan UTBK secara lebih terarah, pendampingan belajar dengan metode yang sistematis tentu akan memberikan hasil yang jauh lebih optimal. Melalui bimbingan yang tepat, kamu bisa belajar strategi mengerjakan soal PPU secara efektif, mempercepat kemampuan membaca, serta mendapatkan evaluasi rutin agar perkembangan belajarmu lebih terukur.

Bagi kamu yang ingin memaksimalkan persiapan UTBK SNBT, kamu juga bisa mengikuti program Intensif Privat maupun Karantina UTBK yang dirancang khusus untuk membantu siswa fokus belajar dengan materi yang lebih terstruktur, latihan soal yang intensif, serta pendampingan mentor berpengalaman. Program ini membantu siswa memahami pola soal UTBK secara mendalam sehingga lebih siap menghadapi ujian yang sebenarnya.

Yuk, persiapkan dirimu dari sekarang dan tingkatkan peluang lolos ke PTN impian! Untuk informasi lengkap mengenai program Intensif Privat dan Karantina UTBK, kamu dapat menghubungi Telepon (021) 77844897 atau chat langsung via WhatsApp 0896-2852-2526, serta kunjungi website resmi di www.simakui.id untuk mendapatkan informasi program, materi latihan, dan berbagai tips sukses menghadapi UTBK SNBT.

Contoh Soal PPU UTBK dan Jawaban

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *