Majas Simile

Pengertian Majas Simile Lengkap Beserta Contohnya

Apa itu majas simile? Pernahkah Sahabat Latis mendengarnya? Ketika kita membaca sebuah buku atau karya sastra, kerap kali kita menemukan gaya bahasa yang sulit dimengerti. Salah satunya adalah majas.

Majas terbagi atas beberapa jenis yaitu majas personifikasi, hiperbola, metafora, hingga simile. Nah, kali ini kita akan membahas secara lengkap mengenai semua hal yang berkaitan dengan majas simile.

Yuk scrolling untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Baca juga: Bimbel Masuk Kedokteran

Semua Hal Tentang Majas Simile yang Harus Dipahami

Gaya bahasa yang satu ini merupakan gaya bahasa yang mewakili perumpamaan. Jika kalian pernah mendengar atau membaca puisi “Aku” karya Chairil Anwar, kalian akan menemukan kalimat seperti ini “Aku bagaikan binatang jalang”. Ya, itu merupakan salah satu contohnya.

Lalu, apakah hanya sebatas itu saja? Untuk lebih jelasnya, mari kita simak ulasan berikut ini.

Majas Simile
https://www.freepik.com/free-photo/table-with-lamp-books_2878093.htm#query=Literature&position=18&from_view=search&track=sph

Apa Itu Majas Simile?

Kata “simile” sendiri berasal dari bahasa Latin yang artinya “ibarat” atau “seperti”. Seperti penggunaannya, majas simile selalu menggunakan kata-kata yang menunjukkan ibarat yaitu bak, bagaikan, laksana, layaknya, dan umpama.

Dalam KBBI, majas ini diartikan sebagai gaya bahasa yang bersifat perbandingan di mana kata atau kalimat tersebut secara hakikatnya membandingkan dua hal yang berbeda namun dianggap memiliki persamaan.

Para ahli juga menjelaskan apa itu majas simile seperti:

Nurgiantoro

Beliau berpendapat bahwa simile merupakan majas yang menggunakan perbandingan langsung atau eksplisit yang bertujuan untuk membandingkan sesuatu dengan yang lainnya.

Gorys Keraf

Beliau berpendapat bahwa simile merupakan perbandingan yang bersifat langsung dengan upaya yang juga secara langsung ditujukan dengan melibatkan kata-kata.

Pradopo

Beliau mengatakan bahwa simile berarti perbandingan atau perumpamaan yang berarti bahwa adanya persamaan suatu benda dengan bahasa kiasan dengan perwakilan kata bak, seperti, sebagai, bagai, misalnya, semisal, penaka, laksana, dan perumpamaan.

Baca juga :  Contoh Majas Hiperbola dalam Pengertian dan Ciri-Cirinya Mudah Dipahami!

Kenapa Disebut dengan Simile?

Suatu gaya bahasa dalam karangan sastra dikatakan sebagai majas simile karena mempunyai ciri-ciri tertentu.

Adapun ciri-ciri majas simile di antaranya adalah:

1. Terkesan Melebih-lebihkan

Dalam penggunaannya, majas simile terkesan melebih-lebihkan sesuatu. Misalnya saja seperti kalimat “Ia begitu wangi bak bunga mawar”.

Dari kalimat tersebut, terdapat penekanan pada “bunga mawar” setelah kata “bak” yang menandakan itu adalah simile.

Kenapa terkesan melebih-lebihkan? Tak lain dan tak bukan alasannya adalah agar deskripsi terlihat lebih menarik.

2. Adanya Penggunaan Kata Kiasan

Simile merupakan alat sastra terbaik yang berfungsi untuk membubuhi suatu kalimat pada sebuah ucapan atau tulisan agar tulisan tersebut terkesan menyentuh ketika dibaca.

Biasanya, majas simile mengandung kata-kata yang bersifat perbandingan.

3. Perumpamaan yang Didahului oleh Kata Penghubung

Apa yang membuat majas simile berbeda dengan majas lainnya? Hal yang perlu diingat di sini adalah kata penghubung.

Sebelum membuat perumpamaan, majas simile didahului oleh kata penghubung yaitu layaknya, seperti, laksana, dan lainnya.

Baca juga: Contoh Majas Hiperbola dalam Pengertian dan Ciri-cirinya Mudah Dipahami!

Majas Simile
https://www.freepik.com/free-photo/view-books-arrangement_12975501.htm#query=Literature&position=25&from_view=search&track=sph

Apa Kegunaannya?

Kenapa karya sastra menggunakan majas simile? Apa tujuan majas ini digunakan dalam sebuah tulisan?

Setiap majas yang ditambahkan dalam sebuah tulisan memiliki tujuan utama yaitu memperindah dan memberi warna pada tulisan tersebut. Sehingga tulisan menjadi lebih bermakna. Selain itu, majas simile juga memiliki kegunaan lain seperti:

  • Untuk membandingkan sesuatu.
  • Memberikan penjelasan terhadap sesuatu.
  • Menggambarkan suatu bacaan agar mudah dipahami.
  • Sebagai bahan hiburan bagi pembaca.

Jenis-jenis Majas Simile

Majas ini terbagi atas dua jenis yaitu majas perbandingan dan majas perumpamaan.

1. Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah majas yang membandingkan dua hal yang tidak sama dalam sebuah kalimat.

Baca juga :  Tahapan Setelah Lulus SIMAK UI dan Informasi Penting Lainnya

2. Majas Perumpamaan

Sesuai dengan namanya, majas perumpamaan berkaitan dengan mengumpamakan sesuatu menggunakan kata penghubung yaitu layaknya, laksana, bagaikan, dan lainnya.

Contoh-contoh Majas Simile

Agar kalian lebih memahami apa itu majas simile, mari kita simak contoh-contoh majas simile berikut ini.

  • Sikapnya padaku begitu dingin seperti es batu.
  • Ia begitu lembut bagai salju.
  • Mereka selalu menghabiskan waktu rapat dengan berdiskusi layaknya membaca dongeng menjelang tidur.
  • Semenjak mengenalnya, hidupku menjadi penuh warna seperti pelangi.
  • Wajahnya bersinar terang seperti bulan purnama.
  • Makanannya sangat pedas, namun tidak sepedas mulutmu.
  • Kau berlari seperti kuda hingga aku tidak bisa mengejarmu.
  • Bekerjalah seperti tuyul yang diam-diam bisa menghasilkan uang yang banyak.
  • Cobalah untuk belajar ikhlas seperti Surat Al-Ikhlas yang tidak memiliki kata-kata “ikhlas” di dalamnya.
  • Jangan menatapku seperti itu. Tatapanmu sungguh tajam layaknya burung elang seakan ingin menerkam diriku.
  • Wajahnya merah merona seperti bunga-bunga yang bermekaran di taman.

Selain contoh di atas, kita juga bisa menemukan contoh majas simile dalam sebuah lirik lagu, penggalan puisi, dan dialog film atau drama.

Lagu Butiran Debu oleh Rumor

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi

Aku tenggelam dalam lautan luka dalam

Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang

Aku tanpamu butiran debuPada lirik terakhir terdapat kata “butiran debu”. Meskipun tanpa kata penghubung, di sini kita bisa ambil kesimpulan bahwa itu adalah bentuk dari majas simile karena adanya perumpamaan.

Lagu Bertaut oleh Nadin Amizah

Bun, hidup berjalan seperti bajingan

Seperti landak yang tak punya teman

Ia menggonggong bak suara hujan

Dan kau pangeranku, mengambil peran

Dari penggalan lirik lagu di atas, kita sudah melihat banyaknya contoh majas simile seperti:

  • Hidup berjalan seperti bajingan.
  • Seperti landak yang tak punya teman.
  • Ia menggonggong bak suara hujan.
Baca juga :  Pendudukan Jepang dan Kemerdekaan RI: Soshum SIMAK UI

Baca juga: Bimbel Karantina Kedokteran

Itulah ulasan tentang majas simile lengkap beserta contohnya. Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dengan menghubungi tim Simak UI by Latis Education.

Yuk ikutan bimbingan belajar Simak UI. Di sini, kalian bisa mengetahui apa saja persiapan untuk masuk UI. Ikut Supercamp, bimbingan intensif dengan tutor berpengalaman, dan masih banyak lagi.

Penasaran dengan program lainnya? Yuk klik www.simakui.id atau kalian juga bisa menghubungi tim kami di 087781609961 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Jangan sampai ketinggalan yaaaah!

 

Source:

https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://eprints.umm.ac.id/40738/3/BAB%2520II.pdf&ved=2ahUKEwj_lOngja38AhUH9zgGHezbBIkQFnoECAkQBg&usg=AOvVaw2iTGWmFUKzY-P8P2m65f9u

https://www.gramedia.com/literasi/majas-simile/amp/#Contoh_Majas_Simile

Simak UI

1 thought on “Pengertian Majas Simile Lengkap Beserta Contohnya”

  1. Pingback: 3 Proses Perpindahan Kalor | Bimbel Simak UI : Karantina UI & Les Privat Simak UI

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tim SIMAK UI.id ada disini untuk membantu Anda. Konsultasikan kebutuhan Les Privat SIMAK UI/SBMPTN kepada tim kami.