Iklan

Jaket Kuning UI: Sejarah, Makna, dan Simbol Perjuangan Mahasiswa Universitas Indonesia

Halo Sahabat SIMAK UI!

Bagi siapa pun yang pernah menginjakkan kaki di kampus Universitas Indonesia, satu hal yang paling mencolok adalah warna kuning yang begitu terang dan berani. Warna itu bukan sekadar pilihan estetika, melainkan identitas yang melekat kuat pada mahasiswa UI. Jaket kuning—atau yang akrab disebut “Jakun”—bukan hanya jas almamater biasa. Ia adalah simbol kebanggaan, sejarah panjang perjuangan, dan tanda resmi bahwa seseorang telah menjadi bagian dari keluarga besar UI.

Bagi mahasiswa baru (maba), Jaket Kuning adalah benda yang paling ditunggu-tunggu. Namun, di balik warnanya yang mencolok dan desainnya yang khas, terdapat kisah sejarah, makna filosofis, hingga perjuangan yang membuat jaket ini begitu istimewa. Artikel ini akan membahas secara lengkap sejarah Jakun UI, makna di balik warnanya, perbedaan makara tiap fakultas, hingga mengapa jaket ini menjadi simbol perjuangan mahasiswa.

Sejarah Jaket Kuning UI: Bukan Sekadar Pilihan Warna

Banyak yang mengira bahwa warna kuning pada jas almamater UI dipilih langsung oleh pihak universitas. Faktanya, warna tersebut justru diusulkan oleh Dewan Mahasiswa UI (Dema UI). Berdasarkan catatan yang pernah dimuat dalam Majalah Suara Mahasiswa UI, gagasan mengenai atribut mahasiswa muncul dari inisiatif mahasiswa sendiri.

Pada pertengahan 1950-an, seorang mahasiswa jurusan Sejarah UI bernama Nugroho Notosusanto menciptakan atribut mahasiswa dengan dua unsur utama yang masih bertahan hingga kini, yaitu warna kuning dan lambang beringin UI yang dikenal sebagai Makara. Menariknya, Nugroho Notosusanto kelak menjadi Rektor UI, sehingga gagasan awal yang ia rancang berkembang menjadi identitas resmi kampus.

Penggunaan warna kuning dan Makara kemudian disahkan secara resmi melalui keputusan rektor pada tahun 1964. Sejak saat itu, Jaket Kuning menjadi atribut resmi mahasiswa UI.

Baca juga :  Kapan Jadwal Penerimaan SIMAK UI 2025 Dibuka? Ini Tanggal Penting & Tahapan Pendaftarannya!

Warna kuning sendiri memiliki makna simbolis. Kuning melambangkan kecemerlangan, kecerdasan, dan semangat. Dalam konteks UI, warna ini mencerminkan harapan agar mahasiswa mampu menjadi insan akademis yang cemerlang dan berkontribusi bagi bangsa.

baca juga: intensif cpns

Makara UI: Filosofi Ilmu Pengetahuan yang Terus Bertumbuh

Salah satu ciri khas Jakun adalah lambang Makara yang tersemat di bagian dada kiri. Makara bukan sekadar logo, melainkan simbol yang sarat makna filosofis.

Makara UI menggambarkan pohon ilmu pengetahuan dengan cabang-cabang yang terus berkembang. Akar yang kuat melambangkan fondasi keilmuan, sementara cabang dan rantingnya menggambarkan berbagai disiplin ilmu yang saling terhubung. Pada bagian kuncupnya, terdapat simbol potensi ilmu yang terus mekar dan melahirkan pengetahuan baru.

Makna ini sangat relevan dengan peran UI sebagai institusi pendidikan tinggi. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menerima ilmu, tetapi juga mengembangkan dan menciptakan inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Walaupun semua mahasiswa UI mengenakan Jaket Kuning yang sama, terdapat ciri khas yang membedakan tiap fakultas: warna makara.

Warna makara di dada kiri Jakun menunjukkan identitas fakultas mahasiswa tersebut. Misalnya:

  • Fakultas Teknik memiliki makara berwarna biru tua.

  • Fakultas Kedokteran memiliki makara berwarna hijau.

  • Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya memiliki makara berwarna putih.

Perbedaan warna ini bukan sekadar variasi desain, tetapi menjadi simbol kebanggaan fakultas masing-masing. Saat berkumpul dalam satu acara besar, warna-warna makara ini menciptakan harmoni visual yang menggambarkan keberagaman disiplin ilmu di UI.

Jaket Kuning dan Simbol Perjuangan Mahasiswa

Jaket Kuning UI bukan hanya simbol akademik, tetapi juga simbol perjuangan. Pada tahun 1966, mahasiswa UI turun ke jalan dalam aksi demonstrasi besar di Jakarta. Warna kuning Jakun mewarnai barisan aksi tersebut dan menjadi simbol keberanian mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi.

Salah satu peristiwa yang paling dikenang adalah gugurnya Arif Rahman Hakim dalam aksi demonstrasi tersebut. Sejak saat itu, Jaket Kuning kerap dikaitkan dengan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan.

Baca juga :  Siap Hadapi SIMAK UI dari Rumah? Ini Rekomendasi Bimbel Online Terbaiknya

Penyair ternama W. S. Rendra bahkan pernah menggambarkan jaket kuning UI sebagai simbol yang berlumuran darah perjuangan mahasiswa. Ungkapan tersebut memperkuat citra Jakun sebagai lebih dari sekadar pakaian—ia adalah lambang idealisme dan keberanian.

Banyak calon mahasiswa berpikir bahwa setelah dinyatakan lolos seleksi UI, Jaket Kuning akan langsung dibagikan. Kenyataannya, proses untuk mendapatkannya tidak sesederhana itu.

Mahasiswa baru harus mengikuti serangkaian kegiatan seperti Orientasi Belajar Mahasiswa (OBM) dan Orientasi Kehidupan Kampus (OKK). Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan budaya akademik UI sekaligus membentuk karakter mahasiswa.

Selain itu, maba biasanya mengikuti latihan paduan suara untuk wisuda. Konon, jika sering bolos latihan atau kegiatan orientasi, pembagian Jakun bisa saja ditunda. Semua proses ini menjadi bagian dari perjalanan awal yang melelahkan, tetapi penuh kesan.

Ketika akhirnya Jaket Kuning disematkan, rasa bangga yang muncul tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Jakun menjadi simbol bahwa seseorang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar UI.

baca juga: bimbel cpns online terbaik

Istilah “Jakun” dan Identitas Maba UI

Di lingkungan UI, istilah “Jakun” sudah sangat familiar. Maba yang belum terbiasa mungkin akan mengalami culture shock dengan berbagai istilah kampus, termasuk sebutan untuk jas almamater ini.

Namun seiring waktu, Jakun menjadi identitas yang melekat. Banyak mahasiswa merasa belum “sah” menjadi mahasiswa UI sebelum mengenakan Jaket Kuning tersebut.

Bahkan di luar kampus, mengenakan Jakun seringkali memunculkan kebanggaan tersendiri. Tak sedikit masyarakat yang langsung mengenali mahasiswa UI hanya dari warna jaketnya.

Jaket Kuning sebagai Mimpi dan Target Perjuangan

Bagi siswa SMA yang bercita-cita kuliah di UI, Jaket Kuning bukan sekadar pakaian—ia adalah simbol mimpi. Banyak pejuang UTBK dan SIMAK UI membayangkan diri mereka mengenakan Jakun di kampus Depok atau Salemba.

Baca juga :  Perbedaan KHS, KRS, dan SKS: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Baru

UI yang kerap disebut sebagai bagian dari “Top 3” PTN di Indonesia bersama UGM dan ITB, menjadikan persaingan masuknya sangat ketat. Jalur seleksi seperti UTBK-SNBT dan SIMAK UI menuntut persiapan yang matang, strategi belajar yang tepat, serta mental yang kuat.

Karena itu, mimpi mengenakan Jaket Kuning harus dibarengi dengan usaha yang serius.

baca juga: Les Privat TK

Ingin Mengenakan Jaket Kuning UI? Persiapkan Diri dari Sekarang!

Jika kamu membaca artikel ini sambil membayangkan diri memakai Jaket Kuning UI, berarti kamu sudah selangkah lebih dekat dengan mimpi tersebut. Namun perlu diingat, masuk UI bukan perkara mudah. Seleksi SIMAK UI dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi dan soal yang menantang.

Daripada belajar sendiri tanpa arah yang jelas, akan jauh lebih efektif jika kamu dibimbing oleh tutor berpengalaman yang memahami pola soal dan strategi menghadapi ujian SIMAK UI.

Di sinilah peran program persiapan masuk UI bersama simakui.id menjadi sangat penting. Program ini dirancang khusus untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk UI, baik melalui jalur SIMAK UI maupun jalur lainnya.

Dengan sistem pembelajaran terarah, pembahasan soal intensif, serta evaluasi berkala, kamu bisa meningkatkan peluang lolos dan benar-benar mewujudkan impian mengenakan Jaket Kuning.

Bayangkan momen ketika kamu berdiri di tengah kampus UI, mengenakan Jakun dengan penuh rasa bangga. Semua perjuangan belajar, tryout, dan latihan soal akan terbayar lunas.

Jangan tunggu sampai waktu mepet. Persiapan terbaik dimulai sekarang. Hubungi kami sekarang juga melalui Telepon (021) 77844897 atau chat via WhatsApp 0896-2852-2526. Jangan lupa kunjungi website resmi kami di www.simakui.id untuk mendapat informasi seputar program-program menarik lainnya.

Waktunya berjuang. Waktunya wujudkan mimpi.
Dan semoga, dalam waktu dekat, kamu benar-benar menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Indonesia—dengan Jaket Kuning yang melekat di dada.

referensi:

  1. persiapanmasukui.com
  2. lbifib.ui.ac.id
  3. www.tempo.co
Iklan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *